PENGEMBANGAN SISTEM
Baik manajer maupun para
pengembangan sistem dapat menerapkan pendekatan sistem ketika memecahkan
masalah.
Pendekatan
sistem terdiri atas tiga tahapan kerja : persiapan, definisi, dan solusi. Di dalam setiap tahapan terdapat urut –
urutan langkah. Upaya persiapan terdiri atas melihat perusahaan sebagai suatu
sistem, mengenal sistem lingkungan, dan mengidentifikasikan subsistem –
subsistem perusahaan. Upaya definisi melanjutkan dari satu sistem ke tingkat
subsistem lain dan menganalisis bagian – bagian sistem dengan urutan – urutan
tertentu. Upaya solusi melibatkan pengidentifikasian solusi – solusi
alternatif, mengevaluasinya, dan memilih solusi yang terbaik.
Pendekatan Sistem
Tiga
rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pemecahan sebuah kontroversi secara
memadai menurut John Dewey dalam sebuah buku di tahun 1910.
-
Mengenali kontroversi
-
Mempertimbangkan
kliam-klaim alternatif
-
Membentuk satu
pertimbangan
Dewey
tidak mempergunakan istilah pendekatan
sistem, namun ia menyadari adanya sifat berurutan sari pemecahan masalah,
mengidentifikasi suatu masalah, mempertimbangkan berbagai cara untuk
memcahkannya, dan terakhir memilih solusi yang terlihat paling baik.
Urutan Langkah –
Langkah
Tahap
I : Upaya persiapan
-
Melihat perusahaan
sebagai suatu sistem
-
Mengenal sistem
lingkungan
-
Mengidentifikasi
subsistem-subsistem perusahaan
Tahap
II : Upaya Definisi
-
Melanjutkan dari
tingkat sistem ke tingkat subsistem
-
Menganalisis bagian –
bagian sistem dalam suatu uruta-urutan tertentu
Tahap
III : Upaya Solusi
-
Mengidentifikasi
solusi-solusi alternatif
-
Mengevaluasi
solusi-solusi alternatif
-
Memilih solusi
alternatif
-
Mengimplementasikan
solusi
-
Menindaklajuti untuk
memastikan bahwa solusi tersebut efektif
Siklus Hidup
Pengembangan Sistem
Pendekatan sistem merupakan sebuah
metodologi. Metodologi adalah satu cara yang direkomendasikan dalam melakukan
sesuatu. Pendekatan sistem adalah metodologi dasar dalam memecahkan segala jenis
masalah. Siklus hidup pengembangan sistem adalah aplikasi dari pendekatan
sistem bagi pengembangan suatu sistem informasi.
Prototyping
Prototype
adalah satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para
pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk
yang telah selesai. Proses membuat prototype ini disebut prototyping.
Jenis – Jenis Prototype
Terdapat
dua jenis prototype : evolusioner dan persyaratan.
Prototype
Evolusioner terus menerus disempurnakan sampai memiliki fungsionalitas yang
dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru.
Prototype
Persyaratan dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan
fungsional dari sistem baru ketika pengguna
tidak mampu mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka inginkan.
Daya Tarik Prototyping
-
Membaiknya komunikasi
antara pengembang dan pengguna
-
Pengembang dapat
melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam kebutuhan pengguna
-
Pengguna memainkan
peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem
-
Pengembang dan pengguna
menghabiskan waktu dan usaha yang lebih sedikit dalam mengembangkan sistem
-
Implementasi menjadi
jauh lebih mudah karena pengguna tahu apa yang diharapkannya.
RAD ( Rapid Application
Development )
Istilah RAD atau pengembangan
aplikasi cepat diperkenalkan oleh konsultan komputer dan penulis JAMES MARTIN,
dan istilah ini mengacu pada pengembangan suatu siklus hidup yang di maksudkan
untuk memproduksi sistem dengan cepat tanpa mengorbankan mutunya. RAD adalah
kumpula strategi, metodologi, dan alat terintegrasi yang terdapat didalam suatu
kerangka kerja yang disebut rekayasa informasi.
Unsur – Unsur Penting
RAD
-
Manajemen. Khususnya
manajemen puncak, hendaknya menjadi penguji coba (experimenter) yang suka
melakukan hal hal dengan cara baru atau pengadaptasi awal (early adapter) yang
dengan cepat mempelajari bagai mana cara menggunakan metodologi-metodologi
baru.
-
Orang. Daripada hanya
memanfaatkan satu tim untuk melakukan seluruh aktivitas RAD menyadari adanya
efiesiensi yang dapat dicapai melalui penggunaan tim-tim khusus.
-
Metodologi. Metodologi
ddasar RAD adalah siklus hidup RAD
-
Alat-Alat. Terutama
terdiri atas bahasa-bahasa generasi keempat dan alat-alat rekayasa peranti
lunak dengan bantuan komputer yang memfasilitasi prototyping dan penciptaan
kode.
Pengembangan Berfrase
Pengembangan berfrase adalah suatu
pendekatan bagi pengembangan sistem informasi yang terdiri atas enam tahap.
Investigasi awal, analisis, desain, konstruksi awal, konstruksi akhir, serta
pengujian, dan pemasangan sistem.
Desain Ulang Proses
Bisnis
Proses pengerjaan ulang sistem
disebut dengai istilah rekayasa ulang atau disebut juga dengan
istilah desain ulang proses bisnis ( business procces redesign – BPR ) BPR
memengaruhi operasi TI perusahaan dalam dua hal. Pertama, TI dapat menerapkan
BPR untuk mendesign ulang sistem-sistem informasi yang hidupnya tidak dapat
dipertahankan lagi dengan pemeliharaan biasa.
Rekayasa Terbalik
Rekayasa terbalik adalah proses
menganalisis sistem yang sudah ada untuk mengidentifikasi unsur-unsur dan
saling keterhubungan di antara unsur-unsur tersebut sekaligus untuk membuat
dokumentasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari pada yang telah ada
pada saat ini.
Rekayasa Ulang
Rekayasa ulang adalah merancang
ulang sebuah sistem seluruhnya dengan tujuan mengubah fungsionalitasnya. Akan
tetapi, bukanlah pendekatan yang
“bersih”, karena pengetahuan dari sistem yang ada saat ini tidak sepenuhnya
diabaikan. Pengetahuan tersebut diperoleh pertama kali dengan melakukan
rekayasa ulang.
Menempatkan SDLC
Tradisional, Prototyping, RAD, pengembangan Berfrase, dan BPR Dalam Perspekif
SDLC
tradisional, prototyping, RAD, dab BPR semuanya adalah metodologi. Semuanya
adalah cara-cara yang direkomendasikan
dalam mengembangkan sistem informasi. SDLC tradisional adalah suatu
penerapan pendekatan sistem terhadap masalah pengembangan sistem, dan meiliki
seluruh unsur-unsur pendekatan sistem dasar, diawali dari identifikasi masalah
dan diakhiri dengan penggunaan sistem.
Alat – Alat
Pengembangan Sistem
Pendekatan Sistem dan berbagai
siklus hidup pengembangan sistem adalah metodologi. Cara-cara yang
direkomendasikan dalam memecahkan masalah-masalah sistem. Metodologi sama
seperti sebuah cetak biru yang digambar oleh arsitek untuk membantu paara
kontraktor, tukang kayu, tukang pipa, ahli listrik, dan sejenisnya ketika
mereka membangun sebuah rumah.
Pemodelan Proses
Pemodelan proses pertama kali
dilakukan dengan menggunakan diagram alur (flowchart). Diagram ini
mengilustrasikan aliran data melalui sistem dan program. International
Organization for Standardization (ISO) menciptakan standar untuk bentuk-bentuk
simbol flowchart, memastikan penggunaannya diseluruh dunia. Akan tetapi
popularitasnya berusia pendek, seiring dengan diciptakannya alat-alat pemodelan
yang lebih sederhana dan lebih efektif.
Diagram Arus Data
Diagram arus data (data
flow diagram-DFD) adalah penyajian grafis dari sebuah sistem yang mempergunakan
empat bentuk simbol untuk mengilustrasikan bagaimana data mengalir melalui
proses-proses yang saling tersambung. Simbol-simbol tersebut mencerminkan (1)
Unsur-unsur lingkungan dengan mana sistem berinteraksi, (2) Proses, (3) Arus
data, dan (4) Penyimpanan data.
Unsur-unsur
lingkungan berada di luar batas sistem. Unsur-unsur ini memberikan input data
kepada sistem dan menerima output data dari sistem. Proses adalah sesuatu yang
mengubah input menjadi output. Arus data terdiri atas sekumpulan unsur-unsur
data yang berhubungan secara logis. (mulai dari satu unsur data tunggal hingga
satu file atau lebih) yang bergerak dari satu titik atau proses ke titik atau
proses yang lain. Penyimpanan data adalah suatu gudang data. Bayangkanlah
penyimpanan data sebagai “data yang beristirahat.”
Kasus Penggunaan
Kasus penggunaan (ude case) adalah
uraian naratif dalam bentuk kerangka dan dialog yang terjadi antara sistem
primer dengan sekunder.
Manajemen Proyek
Proyek-proyek pengembangan sistem
yang pertama di kelola oleh manajer unit TI, dengan dibantu oleh manajer dari
analisis sistem, pemograman, dan operasi. Melalui percobaan, tanggung jawab
manajemen secara bertahap telah mencapai tingkat manajemen yang lebih tinggi
yaitu, tingkat strategis dalam kebanyakan kasus.
Steering Committee SIM
Ketika sebuah perusahaan membentuk
satu steering committee dengan tujuan untuk mengarahkan penggunaan sumber daya
komputasi perusahaan, maka nama steering committe SIM akan dipergunakan.
Steering
committe SIM menjalakan tiga fungsi utama
-
Menciptakan
kebijakan yang memastikan dukungan komputer
untukmencapai sasaran strategis perusahaan.
-
Melakukan
pengendalian fiskal dengan bertidak sebagai
yang berwenang dalam memberikan persetujuan untuk seluruh permintaan akan
pendanaan yang berhubungan dengan komputer.
-
Menyelesaikan
perselisihan yang terjadi sehubungan dengan prioritas
penggunaan komputer.
Kepemimpinan Proyek
Aktifitas tim akan
diarahkan oleh seorang ketua tim atau pemimpin proyek yang memberikan arahan
disepanjang masa proyek. Berbeda dari steering committee SIM, tim proyek tidaklah bersifat
terus-menerus;biasanya akan dibubarkan ketika implementasi telah selesai
dilaksanakan.
Mengistemasi Biaya
Proyek
Mengistemasi waktu dan
uang yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah sistem telah lama menjadi satu
tugas yang menantang. Akan tetapi, lambat laun telah diciptakan banyak metode
yang dapat digunakan untuk mengestimasi biaya dan jadwal proyek.
Alat – Alat dan Teknisi
Estimasi Biaya
Estimasi analogis
(analogous estimating) menggunakan biaya aktual proyek-proyek serupa yang telah
dilakukan dimasa lalu senagai dasar
untuk memproyeksikan biaya dari proyek yang sedang dipertimbangkan. Teknik ini
digunakan ketika hanya terdapat sedikit informasi lain yang tersedia. Teknik
ini lebih murah dari pada teknik-teknik yang lain, tetapi pada umumnya kurang
akurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar