"mau ngapain kamu ?" kata pak dosen
"eee ini pak, mau masuk" kujawab pertanyaan yang gampang itu.
"eman ini udah jam berapa ?" kata pak dosen lagi
"eee jam 10.38 pak" padahal udah hampir jam 11.00
"lihat ini di leptop saya" kata si bapak dosen yang baik
"eee bapak leptop baru ?" aku berkata dalam hati 'wew leptop baru anak muda india ini'
"bukan geblek, lihat jam nya udah jam berapa sekarang, jam 11. 50" kata dosen dengan nada inggi
"ohh berarti yang salah jam saya pak" aku ngeles lagi
"dimana rumah kamu?" kata dosen yang cita-citanya waktu kecil jadi wartawan tersebut. Terlalu banyak bertanya
"dimana rumah kamu?" kata dosen yang cita-citanya waktu kecil jadi wartawan tersebut. Terlalu banyak bertanya
"eee di Durung pak" baru kali ini pertanyaan baak itu ku jawab dengan jujur
"kenapa terlambat?" si wartawan nanya lagi, seakan-akan aku ini artis fenomenal
"tadi nunggu angkot lama banget pak, kehabisan minyak di tengah jalan, jadi saya bantuin dorong pak" lagi-lagi aku cuma bisa ngeles supaya di izinkan mengikuti kelasnya pada pagi itu.
"yaudah, kamu masuk minggu depan aja, kemarenkan sudah kita sepakati, kalo pas saya lagi ngajar, gak boleh terlambat" kata si dosen calon wartawan
"oh oke pak, misi pak" jawabku denga nada sedih. aku berkata dalam hati "Afgan sekali bapak itu, untung aku gak puasa" (afgan = sadis).
Dan akhirnya aku pulang lagi kekos tercinta damaiku, dan tidur yang tertunda ku lanjutkan kembali, dan semoga aku bermimpi jadi dosen dan pak dosen tadi jadi mahasiswa ku. *mencoba balas dendam dalam mimpi*
Gak berasa, udah jam 16.00 wib, dan aku gak berhasil buat mimpiin bapak itu. Aku bangun, cuci muka dan langsung cabut ke lapangan futsal di dekat kos ku, karena lagi ada member futsal setiap Jum'at jam 16.00. Aku gak nyangka bisa nyiptain gol yang mirip banget dengan yang sering di ciptai Rooney, walaupun cuma 1 gol. selesai futsal, tiba-tiba si Siswandi A.K.A Ajo ( http://www.facebook.com/profile.php?id=1211750522 Anak Penyabungan yang pernah sekolah di Padang, dan kini terdampar di medan *temen satu jurusan di kampus) memulai pembicaraan yang intinya ngajakin aku dan teman-teman yang lain buat ngerjain si Muni A.K.A Muncad
( http://www.facebook.com/mholich Anak Tanjung Balai yang sedang terjebak cinta terpendam sama temen satu kelas di kampus) yang barusan ulang tahun kira-kira 1 minggu yang lalu.
( http://www.facebook.com/mholich Anak Tanjung Balai yang sedang terjebak cinta terpendam sama temen satu kelas di kampus) yang barusan ulang tahun kira-kira 1 minggu yang lalu.
![]() |
| korban yang lugu |
"aduhhhh panas-panas" Muni mulai terkena radang infeksi air kencing
"apa itu woi?" kata temen ku, aku lupa namanya, karena suasana saat itu genting, dimana granat-granat telor bertebaran, dan di ledakkannya bom posfor tepung ketan.
"woi jangan dibakar si Muni" kata temenku yang lain, yang mengira aku menyiramkan bensin ke tubuhnya dan ingin membakarnya bagaikan bakso bakar babi guling.
"panas kali marquisa kalian itu" Muni melawan pemberontak yang ingin mengahcurkannya dengan sentaja kimia air kencing keramat.
"ini kencing geblek" jawabku. Wajah Muni mulai memerah tanda dia telah kalah dalam pertempuran kali ini. Dia mengaku kalah dan mengibarkan bendera putih kepada kami. Muni pulang dengan mendorong motornya yang sengaja di kempesin biar dia tahu, betapa sakitnya kalo lagi ulang tahun, makanya aku gak pernah ulang tahun sampe sekarang.
Maaf ya Asmuni Sabri A.K.A Muncad, hanya itu yang bisa kuberikan, kalo ngasi kado kemahalan, aku anak kos. Salam Mario Fathul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar