fathul-anshary.blogspot.com

fathul-anshary.blogspot.com

Sabtu, 24 September 2011

Kado ku, Air Seni

Hoamm. pagi Jum'at yang cerah. Bangun, mandi dan siap-siap berangkat kuliah tepat pukul 10.45 wib, padahal masuknya 10.30 wib dan "no tawar", gak boleh masuk kalau terlambat. Tapi aku bandel juga, kucoba masuk ke kelas, mana tau pak dosen lupa akan janji yang telah kami sepakati, dan ternyata dia belum cukup umur untuk melupakan janji-janji tersebut. Ku ketuk pintu kelas, 'tok-tok-tok' (kira-kira begitu bunyinya), pak dosen memanggil saya untuk lebih berbicara secara intim di depan kelas.
"mau ngapain kamu ?" kata pak dosen
"eee ini pak, mau masuk" kujawab pertanyaan yang gampang itu.
"eman ini udah jam berapa ?" kata pak dosen lagi
"eee jam 10.38 pak" padahal udah hampir jam 11.00
"lihat ini di leptop saya" kata si bapak dosen yang baik 
"eee bapak leptop baru ?" aku berkata dalam hati 'wew leptop baru anak muda india ini'
"bukan geblek, lihat jam nya udah jam berapa sekarang, jam 11. 50" kata dosen dengan nada inggi
"ohh berarti yang salah jam saya pak" aku ngeles lagi
"dimana rumah kamu?" kata dosen yang cita-citanya waktu kecil jadi wartawan tersebut. Terlalu banyak bertanya
"eee di Durung pak" baru kali ini pertanyaan baak itu ku jawab dengan jujur
"kenapa terlambat?" si wartawan nanya lagi, seakan-akan aku ini artis fenomenal
"tadi nunggu angkot lama banget pak, kehabisan minyak di tengah jalan, jadi saya bantuin dorong pak" lagi-lagi aku cuma bisa ngeles supaya di izinkan mengikuti kelasnya pada pagi itu.
"yaudah, kamu masuk minggu depan aja, kemarenkan sudah kita sepakati, kalo pas saya lagi ngajar, gak boleh terlambat" kata si dosen calon wartawan
"oh oke pak, misi pak" jawabku denga nada sedih. aku berkata dalam hati "Afgan sekali bapak itu, untung aku gak puasa" (afgan = sadis).
Dan akhirnya aku pulang lagi kekos tercinta damaiku, dan tidur yang tertunda ku lanjutkan kembali, dan semoga aku bermimpi jadi dosen dan pak dosen tadi jadi mahasiswa ku. *mencoba balas dendam dalam mimpi*
Gak berasa, udah jam 16.00 wib, dan aku gak berhasil buat mimpiin bapak itu. Aku bangun, cuci muka dan langsung cabut ke lapangan futsal di dekat kos ku, karena lagi ada member futsal setiap Jum'at jam 16.00. Aku gak nyangka bisa nyiptain gol yang mirip banget dengan yang sering di ciptai Rooney, walaupun cuma 1 gol. selesai futsal, tiba-tiba si Siswandi A.K.A Ajo ( http://www.facebook.com/profile.php?id=1211750522 Anak Penyabungan yang pernah sekolah di Padang, dan kini terdampar di medan *temen satu jurusan di kampus) memulai pembicaraan yang intinya ngajakin aku dan teman-teman yang lain buat ngerjain si Muni A.K.A Muncad
 ( http://www.facebook.com/mholich Anak Tanjung Balai yang sedang terjebak cinta terpendam sama temen satu kelas di kampus) yang barusan ulang tahun kira-kira 1 minggu yang lalu.
korban yang lugu
Diam-diam si Ajo udah ngeluarin telor, tepung, untuk ngerjain si muni. Aku mengira si muni akan di goreng sore itu, padahal dia cuma ulang tahun, kok dijadikan gorengan?. Oh ternyata aku salah besar, si muni malah di lemparin telor sama temen-temen, ada yang pake tepung juga, dan pake saos yang banyak ya bang 1 bungkus aja. Aku bingung mau ngasi apa sama si Muni di hari ulang tahunnya, Aku udah ngelemparin telor ke kepalanya, tapi kepalanya keras banget sampe-sampe telor yang ku lempar tadi tidak pecah di kepalanya, melainkan di lantai, dan malah si muni yang ngelemparin aku pake semua bahan bahan adonan kue tersebut. YANG ULANG TAHUN KAU, KENAPA AKU JADI TUMBAL. Untung aku punya banyak akal untuk melawan kemaksiatan dan kekejian si Muni, kulihat banyak botol minuman air mineral berserakan disana, dan akupun berkata dalam hati 'hai botol, mau kuapain kah engkau? supaya aku menghabisi rezim si Muni?' dan botonya pun menjawab 'mandiin aja dia pake air kencing' sungguh brilian ide botol minuman air mineral tersebut, membuat aku terharu. Singat kata singkat celana, aku langsung bergegas ke kamar mandi dan masukin air kencing ku ke dalam botol air mineral tersebut, tapi susah masuknya, mulut botolnya kekecilan, atau punyaku yang kebesaran ?. Setelah dipaksa masuk ke dalam mulut botol, dan akupun mulai mengeluarkan senjata rahasia ku yang mengandung zat-zat kimia terselubung, yang bisa membuat korbannya menyamak dirinya dengan 7 air dari mesjid + tanah. Dan akhirnya waku yang tepat datang juga, setelah menunggu beberapa saat. serangan pun diluncurkan, melalui roket-roket para pemberontak loyalitas khadafi. "syuuuurrrrrrr" tepat mengenai kepala korban.
"aduhhhh panas-panas" Muni mulai terkena radang infeksi air kencing
"apa itu woi?" kata temen ku, aku lupa namanya, karena suasana saat itu genting, dimana granat-granat telor bertebaran, dan di ledakkannya bom posfor tepung ketan.
"woi jangan dibakar si Muni" kata temenku yang lain, yang mengira aku menyiramkan bensin ke tubuhnya dan ingin membakarnya bagaikan bakso bakar babi guling.
"panas kali marquisa kalian itu" Muni melawan pemberontak yang ingin mengahcurkannya dengan sentaja kimia air kencing keramat.
"ini kencing geblek" jawabku. Wajah Muni mulai memerah tanda dia telah kalah dalam pertempuran kali ini. Dia mengaku kalah dan mengibarkan bendera putih kepada kami. Muni pulang dengan mendorong motornya yang sengaja di kempesin biar dia tahu, betapa sakitnya kalo lagi ulang tahun, makanya aku gak pernah ulang tahun sampe sekarang.
Maaf ya Asmuni Sabri A.K.A Muncad, hanya itu yang bisa kuberikan, kalo ngasi kado kemahalan, aku anak kos. Salam Mario Fathul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar